December 28, 2009
Eed, Edward
Aku dipanggil Eed oleh pemeliharaku, Buncil. Aku kurang menyukai nama panggilanku ini tetapi aku akan selalu terbangun bila dia memanggilku. Hihihi. Aku tiba di rumah Buncil di pertengahan Desember 2009 tepat pada hari Senin pagi bersama calon istriku, Bells. Bells masih terlalu muda untukku. Aku tidak bisa mengajaknya kawin sebelum dia cukup umur. Meski begitu aku sayang dengan dia.
Oleh Buncil aku dan Bells ditaruh dalam kandang kontainer yang berisikan tempat makan penuh racikan bebijian kesukaanku. Tidak ada botol minum ataupun mainan. Aku agak sedikit sedih. Untungnya ada Bells yang menemani dan Buncil selalu memberikan kami tauge sebagai pengganti asupan air minum.
Di hari pertama, Buncil sudah ingin memegang kami berdua. Haduh .. kami takut. Kami kan baru saja tiba di tempat baru. Aku sendiri masih menyesuaikan keadaanku dengan sekitar. Karena tingkah Buncil, aku jadi sulit melindungi Bells dengan terpaksa aku mengigitnya agar tidak mengganggu kami. Maaf ya Buncil ..
Seharian aku berputar-putar dalam kandang. Aku bosan tidak ada mainan. Buncil juga merasa kalau aku butuh mainan tetapi entah mengapa dia tidak memberikannya. Hiks. Bells selalu mengikuti kemana aku pergi, tetapi aku bosan dan dia terlalu kecil untuk mengikuti kecepatanku sehingga kadang dia terinjak olehku. Hihihi.
Hingga beberapa hari kemudian, kami berdua mendapatkan kinciran, botol minum, dan rumah jamur untuk sembunyi! Horee! \^_^/
Aku sangat menyukai rumah jamurnya. Pada hari pertama kedatangannya aku terpaksa meninggalkan Bells untuk tidur sendirian. Biasanya aku tidur berduaan, tetapi aku ingin tidur di rumah jamur.
Bells tidak marah padaku kok :)
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
